BERSYUKUR KEPADA TUHAN
1 Tawarikh 16:34
“Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya”
Apakah bersyukur itu? Bersyukur itu sama dengan mengucapkan terima kasih. Bersyukur kepada Tuhan berarti mengucapkan rasa syukur atau terima kasih kepada Tuhan.
1. Dia adalah pencipta kita.
2. Allah adalah baik. Ini adalah karakteristik (kepribadian) Allah. Berbicara tentang karakteristik-karakteristik (kepribadian- kepribadian) Allah, tentu bukanlah hal yang temporer, melainkan permanen; bukan juga kondisional tetapi non-kondisional atau tanpa syarat. Kebaikan Allah adalah sebuah kemutlakan dan tidak disyaratkan oleh kondisi atau keadaan apapun, terlebih oleh kondisi atau keadaan sang ciptaan, yaitu manusia. Dengan demikian, apapun keadaan seseorang, Allah adalah baik baginya. Baik atau buruk, senang atau susah, sehat atau sakit, kaya atau miskin, kuat atau lemah, muda atau tua, terhormat atau tidak, mendapat berkat atau laknat (musibah), Allah adalah baik.
3. Allah adalah penyelamat. I Tawarikh 16:35 menyatakan: “Dan katakanlah: "Selamatkanlah kami, ya TUHAN Allah, Penyelamat kami, dan kumpulkanlah dan lepaskanlah kami dari antara bangsa-bangsa, supaya kami bersyukur kepada nama-Mu yang kudus, dan bermegah dalam puji-pujian kepada-Mu.”
Bagaimanakah kita mengucapkan syukur kepada Allah? (Lihat juga Mazmur 106:47).
1. Melalui perkataan atau ucapan bibir. Ibrani 13:15 menyatakan: “Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya”. Perkataan ini menjadi kesaksian hidup bagi orang-orang lain akan Allah (Lih. 2 Sam 22:50).
2. Melalui nyanyian yang memuji dan memuliakan Tuhan. II Tawarikh 5:13 mencatat: “Lalu para peniup nafiri dan para penyanyi itu serentak memperdengarkan paduan suaranya untuk menyanyikan puji-pujian dan syukur kepada TUHAN. Mereka menyaringkan suara dengan nafiri, ceracap dan alat-alat musik sambil memuji TUHAN dengan ucapan: "
3. Melalui perbuatan. (Lih. Mzm. 50:23).
Untuk apakah kita mengucapkan syukur?
1. Karena kita menerima warisan sorgawi. Kita dahulu adalah hamba dosa dan sekarang menjadi pewaris Kerajaan Allah (Rm. 6:17). Ibrani 12:28 menyatakan: “Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut”. Lihat juga Kol 1:12
2. Untuk segala sesuatu yang telah terjadi atas kehidupan kita. I Tesalonika 5:18 menyatakan: “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu”. Lihat juga Kol. 3:17; Ef. 5:20.
3. Untuk menggantikan semua hal, di hati dan perkataan, yang negative (Ef. 5:4). Sekalipun di dalam kesusahan, kecemasan, ketakutan, kekuatiran, dll., mengucap syukur menggantikan semua hal tersebut (Flp 4:6). Pengalaman Paulus dan Silas, rekan sepelayanannya, membuktikan hal tersebut (Kis. 16: 25 dst).
Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar